RONI SEMCO

semcoroni-brankas.jpgsemco-brankas.jpgDiantara puluhan komputer, seorang lelaki bertubuh besar dan tinggi berdiri dengan keringat mengucur di sekujur punggungnya. Tangannya memainkan sebuah alat yang berbentuk seperti obeng. Saat menoleh ke belakang, ia kaget dan berucap “Waduh, berkeringat. Lagi ngebenerin computer neh,” kata lelaki yang berkantor di Jl. Ciwaru Serang Banten ini.

Ya, tiada hari tanpa komputer. Itulah Roni yang akrab disebut dengan Roni SEMKO. Setelah Drop Out (DO) dari Universitas Gunadarma Jakarta, lelaki yang beristrikan Ifah (27) ini memilih komputer sebagai teman dekatnya setiap hari yang akhirnya menjadi tempatnya mencari nafkahnya. Perjalanana panjang itu mengantarkan dirinya pada sebuah keadaan yang lebih baik. Ia kini menjadi Direktur Sentra Media Komputama (SEMKO), sebuah waralaba yang bergerak dibidang penjualan, pembelian dan perbaikan komputer.

Roni awalnya bukanlah lelaki yang bercita-cita menjadi orang yang mau menekuni bidang komputer. Itu tercermin dari bidang studi yang ia ambil. Saat lulus SMA dulu lelaki yang lahir di Serang dan besar di Jakarta ini mengambil studi ekonomi di Fakultas Ekonomi Gunadarma, saat itu masih STIE.

Kuliah di ekonomi tidak membuatnya menjadi ekonom. Karena pada semester sembilan, putra dari pasangan Mudlil Al-Qorib dan Robihat ini di D.O karena jarang masuk kuliah. Alasannya ia senang berpetualang, naik gunung ketimbang duduk manis di kursi untuk mendengarkan materi dari dosen. “Gue sejak SMA udah kena firus Balada Si Roy,” cerita bapak dari Muhammad Fernando (5 tahun) dan dan Muhammad Arkadya (2) ini.

Tahun 1995, setelah di D.O Roni disorientasi, meskipun dia masih menikmati menjadi petualang. Karena itulah pada tahun itu pula ia balik ke Serang. Di Serang, ternyata saudaranya membuka toko komputer. Disanalah, Roni mulai menemukan usaha komputer ini. Lambat laut ia semakin mahir ngobrak-ngabrik komputer. Kemahirannya terus terasah dan sempat merintis toko komputer di Cinanggung. ”Namanya Mustika Sari Komputer,” kata Roni.

Mulai Mandiri
Berbekal kemahiran dan skill dan bidang komputer itu, Roni memutuskan untuk mencari uang di sini. Ia mulai ingin mandiri. Karena itulah ia mencari celah untuk mengembangkan usahanya. Dan celah itu tidak lama ketemu. Tahun 2000, adiknya, Dicki mengenalkan Roni dengan Andi Trisnahadi, yang tak lain adalah bos SUHUD MEDIAPROMO, perusahaan yang bergerak dibidang advertising. Kantor SUHUD yang terletak di Jl Jidumn, depan Brimob Serang menjadi kantor Roni juga. Saat ngebascamp disini, proyek-proyek mulai mengalir. Banyak instansi pemerintahan memanggil Roni. ”Ada yang mau membeli komputer, ada yang hanya minta di upgrade,” ungkap Roni. Bak jamur di musim hujan. Nama Roni terus di sebut-sebut dan usaha Roni terus berkembang. Pada tahun 2001 Roni memutuskan mendirikan CV yang ia namai dengan Centra Media Komputama. Tahun demi tahun, aset Roni terus bertambah. Dan persis pada akhir 2006 Roni memiliki rezeki untuk membuka kantor sendiri. Ia pindah dari SUHUD ke sebuah roko yang terletak di Jl Ciwaru-Cipocok Serang, persis depan tanah kosong milik BI.

Lalu bagaiman bisa terjebak ke Rumah Dunia. Menurut lelaki yang menghabiskan masa SD dan SMP di Jakarta, perkenalannya dengan RD tidak terlepas dari kenalannya dengan Gola Gong. ”Yah, yang nulis Balada Si Roy itu kan Gola Gong. Dan gue udah ketemu dia sejak SMA di bulungan,” aku Roni. Saat ia kuliah pun buku Balada Si Roy yang booming tahun 1990-an itu menjadi buku bacaan wajib saat ia naik gunung di waktu kuliah. Nah, dan tanpa dikiranya Pada tahun 2000, saat ia gabung dengan SUHUD Roni bertemu dengan Gola Gong lagi. ”Mas Gong ternyata teman baiknya Kang Andi Suhud,” aku Roni lagi. Sejak saat itu silaturrahmi antara dirinya dengan Gola Gong tidak pernah putus. Dan sejak ketia GG mendirikan RD, Roni sangat mensupportnya. ”Meskipun gue nggak pernah ke sana karena waktu gue yang padat gue ngedukung banget dengan komunita RD. RD lahan sosial gue,” ungkap Roni. Roni, memang menjadi bengkel komputernya Rumah Dunia. Kalau RD nggak punya uang, para relawan nggak segan-segan membawanya ke Roni. Setelah punya uang baru bayar.

HARAPAN
Puaskah, Roni setelah punya kantor sendiri? Ternyata tidak. Roni masih terus ngerancang usahanya ini. Nggak muluk-muluk. Yang diingini hanya punya toko komputer besar, atau semacam agen komputer yang lengkap di Banten. Untuk mewujudkan cita-caitanya itu ia terus mengadakan pembenahan dan terus membangun image. Meskipun begitu, saat ini Roni merasa bersyukur karena sudah bisa mandiri. ”Alhamdulillah sekarang sudah nikmat punya kantor sendiri. Rasanya nikmat. Apalagi kalau sambil mengenang waktu belum punya kantor. Gue harus keliling-keliling. Enak banget!!,” ceritanya.

Leave a Reply