Donatur Bulan Maret 2007

April 22, 2007

zulibrary-2.jpgRekan-rekan yang dimuliakan Allah, mohon maaf atas keterlambatan laporan ini. semoga bisa memberi pelajaran bagi kita semua, bahwa uang itu jika difungsikan untuk orang banyak, insya Allah, akan berguna. Di Rumah Dunia uang tidak dinilai dari jumlah digitnya, tapi lebih kepada keikhlasan brebaginya. Marti berbagi dan berbahagia bersama kami! Read the rest of this entry »


LELANG CPU KOMPUTER

April 21, 2007

102_51312.jpgSekitar 2006, Yudis dari Yayasan Tunas Cendekia alias komunitas Solidaritas Kebersamaan Jakarta menyumbang Rumah Dunia berupa 3 buah komputer. “Ini hibah. Rumah Dunia layak mendapatkannya,” kata Yudis. “Manfaatkan, ya!’ Wah, kami seneng banget. Yudis dan temen-temennya ini baik sekali. Mereka sudah menyumbang banyak ke Rumah Dunia; in focus, buku-buku, crayon, film-film orisinil dvd, dan kini 3 unit komputer! Subhanallah! Komputer itu kami pergunakan untuk memberi kesempatan kepada anak-anak Rumah Dunia belajar komputer. Rimba, Aji, Dede, menjadi pendaping bagi anak-anak Rumah Dunia. Hanya sayang, ketiga CPUnya sekarang suka ngadat. Senin lalu (16 April/2007) kami lapor ke Yudis. Kata Yudis, “Hibah. CPUnya memang kondisinya nggak fit. Nggak ada garansi.” Lalu kami meminta bantuan, apakah Solidaritas Kebersamaan bisa melelangnya kepada para donatur. Harga satuan CPU dengan ganti hardisk dan ram, sekitar Rp. 1.250.000,- Total tiga CPU sebesar Rp. 3.750.000,- Jika ada yang berminat menjadi donatur, harap hubungi kami di sekretariat Rumah Dunia 0254 – 224-955 atau Tias Tatanka (Penasehat Rumah Dunia)  di 081513310132 dan Firman Venayaksa (Presiden Rumah Dunia) di 085217014789.


MOTORKU SAYANG…!

April 21, 2007

102_5133.jpgBrem, brem, brem…. Dua motor ini selalu setia mneemani hari-hari kami; di kala susah dan suka. Kami mencicilnya dari uang zakat, infak, dan sedekah yang rutin masuk setiap bulan. Dari Dindik Banten Rp. 300.000,-, Zulkieflimansyah (Anggota DPR Pusat dari PKS) sebesar Rp. 1 jt, H.Embay Mulyasyarief (tokoh masyarakat Banten) Rp. 200.000,-, Radar Banten Rp. 200.000,-, Gagas Media Rp. 250.000,-  Kedua motor ini dicicil prebulannyua Rp. 400.000,- selama 3 tahun. Doakan ya, supaya lancar. Hanya saja, para relawan Rumah Dunia belum punya SIM C. Iya, awas tilang! Awas tilang! Sekali tilang, damai di tempat kena Rp. 50.000,-


SCENE TEN

April 20, 2007

scene10.jpgcrew-belok-2.jpgJack Lamota alas Jaya Komarudin, Direktur Imaji Multimedia dan Penanggung Jawab divisi film Rumah Dunia pernah menggagas “Workshop Film” di Rumah Dunia sekitar 2005. Hasil dari workshop itu adalah komunitas Scene Ten. “Itu plesetan dari sinten, yang kalau dalam bahasa jawa Serang artinya ’siapa’,’ kata Jaya tertawa. Read the rest of this entry »


NOVAL DAN RUMAH FOTO

April 19, 2007

noval-brankas.gifSaya mengenal Noval di Bandung sekitar tahun 1994. Dikenalkan oleh Aendra H. Medita, fotografer yang membantu say dalam kelengkapan tulisan. Saat itu saya wartawan tabloid Karina (Kartini Group) wilayah
Bandung. Saya tidak bisa memotret. Jalan keluarnya meminta bantuan para mat kodak
Bandung. Saat itu Aendra sedang banyak pekerjaan. Tidak disangka, ketika hendak meliput suatu acara, Noval datang kekosan saya di Jl. Mulia,
Bandung (daerah Cipaganti). Dia menggantikan Aendra. Pekrejaan jadi lebih mudah, karena Noval memiliki kendaraan roda empat. Ternyata Noval juga pembaca berat “Balada Si Roy”. Read the rest of this entry »


RONI SEMCO

April 19, 2007

semcoroni-brankas.jpgsemco-brankas.jpgDiantara puluhan komputer, seorang lelaki bertubuh besar dan tinggi berdiri dengan keringat mengucur di sekujur punggungnya. Tangannya memainkan sebuah alat yang berbentuk seperti obeng. Saat menoleh ke belakang, ia kaget dan berucap “Waduh, berkeringat. Lagi ngebenerin computer neh,” kata lelaki yang berkantor di Jl. Ciwaru Serang Banten ini. Read the rest of this entry »


SUHUD MEDIA PROMO

April 19, 2007

suhud-brankas.jpgaasuhud-gmcom.jpgAndi Trisnahadi, Direktur Suhud Media Promo, sudah sejak lama berkolaborasi denan Gola Gong. Setiap Gola Gong berkegiatan, semua urusan percetakan didukung oleh Suhud. Gratis. Mulai dari CIPTA MUDA BANTEN (1988 – 2002), Banten Pos (1993), Lingkaran Sastra Teater (1996), Tabloid Meridian (2000), Andi mendukung urusan percetakan. Mulai dari liflet dan spanduk. Ketika Gola Gong mendirikan RUMAH DUNIA, urusan liflet kegiaan setiap minggu, brosur Rumah Dunia setiap bulan, dan spanduk didukung Andi. Read the rest of this entry »


RCTI PEDULI BANTU RUMAH DUNIA RP.15 JUTA

April 19, 2007

pondasi-brankas.jpgrcti.jpgDalam rangkaian kegiatan membangun Rumah Baca Peduli, RCTI Peduli memberi bantuan kepada Rumah Dunia di Kampung Ciloang, Serang, pada 24 September 2003 lalu. RCTI Peduli sudah membangun Rumah Baca Peduli dari 14 yang direncanakan. Bantuan brepa dana tunai sebesar Rp. 15 juta diserahkan Teguh Juwarno (Menejer Humas RCTI) kepada Gola Gong di ruang kerjanya. Uang sebesar itu digunakan Gola Gong untuk membangun pondasi di tanah yang dibeli Gola Gong seluas Rp. 500 meter persegi, juga panggung, dan ruang tebuka.

 Seiring waktu, 4 tahun berlalu, panggung sudah dua kali direnovasi. Sisi kanan dan kirinya kini ada ruang perpustakaan anak/rmaja dan sekretariat. Ruagn terbuka kini berganti jadi Perpustakaan Surasowan, perpustakaan untuk dewasa.

 Siapa menyusul?


GELANG MERAH SOLIDARITAS KEBERSAMAAN

April 19, 2007

102_4765.jpgGelang merah? Apaan, tuh? Saya pernah melihatnya di RCTI. Semua teman-teman saya memakai gelang itu. Dick Doang, presenter kondak pemilik komunitas belajar Kandang Jurank, yang menjualnya. Dick tanpa malu ngider, mendatangi temen-temen kreatifnya di RCTI. Read the rest of this entry »


BNI TAPLUS DAN KOMPAS GRAMEDIA

April 19, 2007

102_4738.jpgDan keyakinan kami semakin kuat, ketika kami mendapatkan bingkisan “mewah” dari BNI Tapenas dan Kelompok Kompas Gramedia (KKG). KKG memberi kami buku senilai 10 juta rupiah. Sedangkan BNI Tapenas menghadiahi kami uang senilai 10 juta rupiah tunai. Penyerahan bantuan itu Rabu, 3 Mei 2006, pukul 11.00 WIB di acara pembukaan Gramedia Book Fair, Istora Senayan,
Jakarta. Jumlah yang tidak terbayangkan sebelumnya. Read the rest of this entry »